Kamis

Posted by Unknown On 08.05
Bismillaah..

Al mar'ah warrojul


Bicara soal wanita (mar'atun). Wanita adalah makhluk yang diciptakan dengan kekurangan akal dan juga agamanya. Untuk itulah maka Alloh ciptakan laki-laki (rojulun) sebagai pasangan wanita. Yang lebih mapan akalnya dan juga agamanya. Namun tidak semua orang Alloh kehendaki untuk itu. Laki -laki adalah orang yang mendampingi wanita. Dia merupakan qowam (pemimpin) dari wanita. Arrijalu qowwamun 'alan nisaa' (Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita). Tanggung jawab yang besar pun dipikul oleh anak cucu adam ini. Dimana jika ia sebagai seorang bapak, dia akan mempertanggung jawabkan anak-anak perempuannya, istrinya dan juga adik-adik perempuannya. Di yaumul hisab nantinya mereka akan ditanyai. Bagaimana arrojul memimpin keluarganya dan menjaga keluarganya dari ganasnya api neraka. Yaa ayyuhal ladzi na amaanu ku anfusakum wa ahlikum naaroo. Begitu juga jika ia sebagai seorang kakak laki-laki bagi adik perempuannyadan juga pada istrinya. Maka yang bertanggung jawab bukanlah hanya bapaknya saja. Melainkan ia dan bapaknya. Yaa itulah lelaki. Bukanlah hal yang mudah bagi kaum lelaki. Sebagaimana wajarnya seorang laki-laki harus mampu mengingatkan, memberi nasehat, petuah...

Bukan berarti menjadi seorang wanita mudah.. Tetep saja ada pertanggung jawabannya. Kebanyakan wanita masuk neraka karena tidak taat pada suaminya,,, nah lho... ya berarti harus taat sama suami... yap betul. Pandai- pandailah menjaga diri wahai wanita.

Wanita merupakan ujian bagi kaum lelaki. Memang tidak bisa dielakkan, hmm dengan pesona kecantikannya banyak lelaki yang terperdaya. Betul kan ya? Pasti.. tidak mungkin bagi seorang lelaki melihat wanita yang cantik menjadi tidak terpesona. Yah inilah yang namanya fitnah wanita. Rasulullah pun juga pernah bilang kalau sepeninggal beliau tidak ada fitnah terdasyat melainkan fitnah wanita. Terkhusus bagi para wanita yang meninggalkan atribut keagamaannya. Benarlah bila dikata wanita ibarat racun dunia. Apabila ia keluar banyak syaithon yang menghiasinya. Seperti sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululloh Shollallohu 'alaihi wassalam, “ wanita itu adalah aurat. Maka bila ia keluar, syaithon akan memperlihatkannya (yakni menghias-hiasinya dalam pandangan laki-laki tersebut sehingga tampak menarik dan menjadi fitnah bagi laki-laki tersebut). Oleh karena itulah syariat islam yang agung ini memerintahkan kita untuk senantiasa menutup aurat dan tidak bertabarruj (menampakkan perhiasan). Menutup aurat pun belum bisa menjamin aman dari fitnah. Ketika seorang laki-laki melihat wanita sholihah. Karena mata sebagai utusan hati ia pun bilang “wah masyaAlloh akhowat ini sholihah, pakaiannya syar'i, akhlaknya masyaaAlloh.. dan bla bla bla. Waduh-waduh lha kok... itulah gunanya islam menyuruh untuk gadhul bashor (menundukkan pandangan). Ketika seorang laki-laki melihat wanita yang dicintainya maka syahwatnya akan mendorongnya untuk melakukan ini itu. Ya kalau dia adalah seorang yang paham syariat, maka ia akan menahan dirinya, kalau dia tidak paham syariat akhirnya tidak bisa menahan diri pada akhirnya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (baca : perzinahan, pacaran dll). Syaithon pun bersorak sorai karena dia telah menemukan celah untuk menggoda keturunan anak cucu adam ini. Naudzubillaah... Memang tak pernah bisa dipungkiri bahwa seorang laki-laki mencintai wanita. Rasululloh Shollallohu 'alaihi wassalam pun juga pernah melihat seorang wanita kemudian timbul syahwat, lalu beliau mendatangi istrinya Zainab untuk menunaikan hajatnya. Lha kalau belum punya istri????? dengan berpuasa pastinya ya. Biasanya ketika timbul syahwat akan mengeluarkan madzi. Yaitu cairan yang keluar dari kemaluan. Madzi ini bersifat najis... ya.. kalau sudah keluar maka harus dibersihkan dengan mencuci kemaluannya. Bagi mereka para lelaki yang sudah mampu hendaknya menikah. Ga ada yang namanya pacaran ya.. Jadi yang ditemui bukan wanitanya dulu, temui dulu walinya (baca : bapaknya wanita). Barulah hubungan dibangun dengan pernikahan dan akhirnya mereka berdua menjadi insan yang halal. Yap. Seperti itulah. Para wanita jangan mudah percaya dengan rayuan gombal para lelaki yang akhirnya mereka tunduk memenuhi nafsu mereka tanpa dibangun dengan hubungan yang halal. Begitu juga laki-laki, betapa banyak lelaki yang kuat, perkasa, cerdas, dan cemerlang. Namun, akhirnya mampu diperdaya oleh wanita. Ingat-ingat sabda Rasullullaah shollallohu 'alaihi wassalam yag ini ni : “ Sungguh ditusukkan jarum pada kepala salah seorang diantara kalian lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (H.R Ath-Thabarani, shahih).

Jika kalian mengaku sebagai ahlus sunnah, ahlul atsar, sebagai seorang mukmin mukminat yang taat perintah Robbnya dan juga rasulNya. Tentunya tidak ada pilihan lain melainkan hanya bisa sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami taat). Berarti? Harusnya diamalkan juga ya haditsnya jangan cuma dijadiin wacana doank..itu sebagai bukti bahwa kita mencintai Rasullulloh Shollallohu 'alaihi wassalam, iya kan ya.. kalau kita taat pada Rasullulloh berarti juga sebagai bukti taat kita pada Alloh.

Selalu berdoalah pada Alloh azza wa jal untuk diberi taufik agar bisa menjaga diri dari kemaksiatan.
Sekian.

salam,
-ZZZ-
Bumi Pelajar

3 komentar:

  1. Mir, baca muqaddimah kitab As-Sayyid Al-Jumaily...... Bagus.
    di http://najma-mujaddid.blogspot.com/2014/02/muqaddimah_7718.html

    BalasHapus
  2. 'afwan siw, link nya t bisa dibuka.. pripun niku? itu tentang pesan rasululloh pada muslimah?

    BalasHapus
  3. Bukan, itu muqaddimah kitab ahkamul mar'ah fil qur'an.

    BalasHapus

Tinggalkan komentar di sini. Terimakasih telah berkunjung ke blog ana.