Kamis

Posted by Unknown On 11.42
Malam, terkadang perih lama menyiksa
Aku tak bisa berkata, diam seribu bahasa
Hanya curahan raga, pikiran tunduk merenung
Ketika teringat wajahnya...
Wajahnya yang kuingat dalam-dalam
Dia adalah ayahku
Ayah terhebat, ayah juara satu seluruh dunia
Yang selalu tersenyum dan tangguh
menghadapi cobaan macam apapun
Setia mengantarku kemana saja
Bertahun-tahun ku mengojek gratis padanya
Ke sekolah, ke terminal, ke Solo, ke Yogyakarta
Tempat itulah yang menjadi saksi bisu
Saksi bisu atas perjuangan ayahku, ayahku yang hebat
Ayahku yang selalu sayang pada anak-anaknya.



0 comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar di sini. Terimakasih telah berkunjung ke blog ana.