Tiada hari tanpa kepastian,
tiap detik rasa itu selalu merongrong rongga tenggorokan,
nyaris sakit bila selalu dipikirkan.
Hanya kepadaMu lah aku mengadu.
Dengan segala susah payahku.
Walau engkau wahai saudaraku,
kini tak lagi terbuka.
Menutup segala cerita-cerita.
Tak apalah.
Hanya sekedar candaan belaka yang usang penuh noda.
Biarlah semua tersimpan dalam denyut pikiranmu.
Menjadi langkah tujuan hidupmu.
Meski kau tampak semu dalam bayangan cermin itu.
Semua sudah menjadi pilihanmu.
Entah itu apa resikonya.
Aku hanya terdiam seribu bahasa.
Yakin akan diri ini.
Tak sanggup lagi langkah memberatkan pikiran.
Hanya membuatnya ternoda.
Aku hanya ingin tahu saja.
Bukan lebih dari itu.
Di jalan itu kau sudah kokoh berdiri.
Tak ada lagi yang bisa menggoyahkanmu.
Sebesar apapun terpaan angin,
sederas apapun ombak menerjang.
Kau!
Hebat!
Hanya Allah yang lebih tau.
Hingga tua nanti kau akan selalu bersama 'nya'.
Rapuh.
bersama tempat yang kau tuju.
Cukuplah semua itu untukmu.
0 comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar di sini. Terimakasih telah berkunjung ke blog ana.