Bukan itu yang kuharapkan,
Bukan.
Engkau tahu,
ya,
Kau merasa aneh dengan penampilan kami,
Ah, entahlah..
Katamu kami tidak umum di masyarakat.
Kau bilang kita itu seharusnya yang umum di masyarakat biar kita tak menjadi pusat perhatian.
Apakah sebuah ketaqwaan ternilai oleh masyarakat? Lantas kita merasa sungkan untuk melakukan kebenaran. Hanya karena terlihat tidak umum di masyarakat? Sungguh Hina!
Bukankah yang menilai derajat ketaqwaan kita itu Allah Azza wa Jalla?
0 comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar di sini. Terimakasih telah berkunjung ke blog ana.