Kamis

Posted by Unknown On 10.33

Dalam kehidupan ini tak kan pernah ada manusia yang sempurna. Sulit kutemukan seorang sahabat sejati. Sejati dalam artian selalu mengingat pada "Tuhannya". Dan bersikap wara’ pada ibadahnya. Teman itu sangat berpengaruh sekali pada diri kita. Namun dikala jiwa kita sudah terajut ilmu agama. Tentulah kita bisa memilah-milah mana yang pantas kita tiru ataupun kita jauhi. Nah bagian inilah menurutku yang tersulit. Taukah engkau manusia yang dikaruniai nafsu terkadang  tak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Lantas ketika kita berada dilingkungan yang yang kacau, kacaulah kita bila diri kita tak bisa mengendalikannya. Lama – lama jadilah manusia yang futur (penurunan semangat). Futur ibadahnya, sehingga hanya mengerjakan amalan wajib saja. Atau bahkan malah meninggalnya? Saya sering sakit, sedih ketika memilih teman. Bukannya pilih kasih maksudnya. Tapi itulah kenyataan hidup. Tak mungkin juga orang rela menyia-nyiakan hidupnya untuk hal-hal yang binasa! Contoh yang real, dulu saya pernah ngekos ketika masih bersekolah SMA. Hampir satu kos  kecanduan korea. Bahkan  ada yang parah ada yang sedang-sedang saja, atau cuma sekedar tahu. Itulah gambaran lingkungan teman yang mempengaruhi kita. Alhamdulillaah saya tak tertarik sedikit pun. Ketika diri kita berada dilingkungan yang kondusif. Contoh real, dulu pas SMA saya rasa sangat berbeda sekali. Bergaul dengan para remaja masjid. Intinya banyak kegiatan yang bergunalah. Ada kajian, bahasa arob, tahsin, ngaji bareng, dan masih banyak banyak lagi. Ketika kembali menengok  teman2  di kelas. Sepertinya banyak sekali penyimpangan. Dari mulai menyukai lawan jenis, ikhtilat, ngomong sama lawan jenis yang tak punya batasan. Ya itulah. Kecewa. Namun ketika kita jauh dengan orang-orang yang senantiasa berada di jalan yang lurus. Karena bisikan syaithon maka madhorotlah yang akan kita dapatkan. Intinya hati-hatilah dalam memilih teman.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, ' Perumpaan teman yang duduk yang baik dan teman duduk (sepergaulan) yang buruk adalah seperti pembawa misk (minyak wangi) atau engkau membeli minyak itu darinya atau engkau mendapatkan baunya yang harum. Sedangkan pandai besi, mungkin akan membakar pakaianmu atau kamu dapati baju yang busuk darinya.' (HR. Bukhari dan Muslim)
Syarah yang dapat kita ambil dari hadits ini adalah kita dianjurkan memilih teman yang baik dan sebagai peringatan dari memilih teman yang buruk. Dari permisalan itu, sebagaimana pembawa misk, kebaikan yang diperoleh dari seorang teman duduk yang baik adalah dia bisa mengajarimu sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan agamamu atau memberimu nasehat atau peringatan agar menjauhi semua yang memudharatkanmu, mendorongmu untuk taat kepada Allaah, berbakti kepada orang tua, mengajakmu kepada akhlak yang mulia, baik melalui ucapan maupun perbuatannya.

1 komentar:

  1. ketika kita menjaga hubungan dengan Allah.. maka Allahpun akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang senantiasa menjaga kedekatan dengan-Nya..
    "Jagalah Allah, maka niscaya Dia akan menjagamu.."

    semoga dimanapun kita berada, kita selalu dipertemukan dengan orang-orang sholeh..

    BalasHapus

Tinggalkan komentar di sini. Terimakasih telah berkunjung ke blog ana.