Dalam kehidupan ini tak kan pernah ada manusia yang
sempurna. Sulit kutemukan seorang sahabat sejati. Sejati dalam artian selalu
mengingat pada "Tuhannya". Dan bersikap wara’ pada ibadahnya. Teman itu sangat
berpengaruh sekali pada diri kita. Namun dikala jiwa kita sudah terajut ilmu
agama. Tentulah kita bisa memilah-milah mana yang pantas kita tiru ataupun kita
jauhi. Nah bagian inilah menurutku yang tersulit. Taukah engkau manusia yang
dikaruniai nafsu terkadang tak bisa
mengendalikan dirinya sendiri. Lantas ketika kita berada dilingkungan yang yang
kacau, kacaulah kita bila diri kita tak bisa mengendalikannya. Lama – lama jadilah
manusia yang futur (penurunan semangat). Futur ibadahnya, sehingga hanya mengerjakan
amalan wajib saja. Atau bahkan malah meninggalnya? Saya sering sakit, sedih
ketika memilih teman. Bukannya pilih kasih maksudnya. Tapi itulah kenyataan hidup. Tak
mungkin juga orang rela menyia-nyiakan hidupnya untuk hal-hal yang binasa! Contoh
yang real, dulu saya pernah ngekos ketika masih bersekolah SMA. Hampir satu kos
kecanduan korea. Bahkan ada yang parah ada yang sedang-sedang saja,
atau cuma sekedar tahu. Itulah gambaran lingkungan teman yang mempengaruhi
kita. Alhamdulillaah saya tak tertarik sedikit pun. Ketika diri kita berada
dilingkungan yang kondusif. Contoh real, dulu pas SMA saya rasa sangat berbeda
sekali. Bergaul dengan para remaja masjid. Intinya banyak kegiatan yang
bergunalah. Ada kajian, bahasa arob, tahsin, ngaji bareng, dan masih banyak
banyak lagi. Ketika kembali menengok teman2
di kelas. Sepertinya banyak sekali penyimpangan. Dari mulai menyukai
lawan jenis, ikhtilat, ngomong sama lawan jenis yang tak punya batasan. Ya
itulah. Kecewa. Namun ketika kita jauh dengan orang-orang yang senantiasa
berada di jalan yang lurus. Karena bisikan syaithon maka madhorotlah yang akan
kita dapatkan. Intinya hati-hatilah dalam memilih teman.
---------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, ' Perumpaan teman yang duduk yang baik dan teman duduk (sepergaulan) yang buruk adalah seperti pembawa misk (minyak wangi) atau engkau membeli minyak itu darinya atau engkau mendapatkan baunya yang harum. Sedangkan pandai besi, mungkin akan membakar pakaianmu atau kamu dapati baju yang busuk darinya.' (HR. Bukhari dan Muslim)
Syarah yang dapat kita ambil dari hadits ini adalah kita dianjurkan memilih teman yang baik dan sebagai peringatan dari memilih teman yang buruk. Dari permisalan itu, sebagaimana pembawa misk, kebaikan yang diperoleh dari seorang teman duduk yang baik adalah dia bisa mengajarimu sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan agamamu atau memberimu nasehat atau peringatan agar menjauhi semua yang memudharatkanmu, mendorongmu untuk taat kepada Allaah, berbakti kepada orang tua, mengajakmu kepada akhlak yang mulia, baik melalui ucapan maupun perbuatannya.
Syarah yang dapat kita ambil dari hadits ini adalah kita dianjurkan memilih teman yang baik dan sebagai peringatan dari memilih teman yang buruk. Dari permisalan itu, sebagaimana pembawa misk, kebaikan yang diperoleh dari seorang teman duduk yang baik adalah dia bisa mengajarimu sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan agamamu atau memberimu nasehat atau peringatan agar menjauhi semua yang memudharatkanmu, mendorongmu untuk taat kepada Allaah, berbakti kepada orang tua, mengajakmu kepada akhlak yang mulia, baik melalui ucapan maupun perbuatannya.
ketika kita menjaga hubungan dengan Allah.. maka Allahpun akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang senantiasa menjaga kedekatan dengan-Nya..
BalasHapus"Jagalah Allah, maka niscaya Dia akan menjagamu.."
semoga dimanapun kita berada, kita selalu dipertemukan dengan orang-orang sholeh..