Sabtu

Posted by Unknown On 01.19
Bismillaah.
Judul yang menimbulkan tanda tanya. Na'am, sepertinya demikian.
Kali ini ada cuplikan menarik yang membahas mengenai ucapan 'seandainya'. Mari kawan saya tunjukkan.

Dari Asy-Syaikh Muhammad bin Sulaiman At-Tamimi :
Mereka (orang-orang munafik) mengatakan : seandainya kita memiliki sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya (tidak akan terkalahkan) dan tidak akan ada yang terbunuh diantara kita disini (perang uhud). Katakanlah : Kalaupun kamu berada dirumahmu, niscaya orang-orang yang ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah berbuat demikian untuk menguji keimanan yang ada dalam dadamu, dan membuktikan niat yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Ali Imran : 154)

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka takut berperang : seandainya mereka mengikuti kita, tentulah mereka sudah terbunuh. Katakanlah : Tolaklah kematian itu darimu, jika kamu orang-orang yang benar. (Ali Imran : 168)

Rasul bersabda :Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan : 'Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu', tetapi katakanlah : 'ini telah ditentukan oleh Allah, dan Allah akan melakukan apa yang akan Ia kehendaki', karena kata 'seandainya' itu akan membuka pintu perbuatan syaithon. (Diriwayatkan dalam Shahih Imam Muslim dari Abu Hurairah).

Dan ini kandungannya :

  1. Pernjelasan tentang ayat dalam surah Ali Imran 115.
  2. Larangan mengucapkan kata 'seandainya' apabila mendapat suatu musibah atau kegagalan.
  3. Berucap dengan kata 'seandainya'  akan membuka pintu syaithon.
  4. Petunjuk Rasulullaah, ketika menjumpai suatu kegagalan atau musibah supaya mengucapkan perkataan yang baik dan bersabar serta mengimani bahwa apa yang telah terjadi adalah takdir Allah.
  5. Perintah Allah untuk bersungguh-sungguh dalam mencari segala sesuatu yang bermanfaat untuk -dunia dan akhirat- dengan senantiasa memohon pertolongan Allah.
  6. Larangan bersikap lemah.
Padahal mengucapnya saja tak butuh banyak waktu, dan ternyata di balik semua itu tersimpan peringatan dari dalil tentang bahayanya ucapan tersebut. Allahu ta'ala a'lam. semoga bermanfaat.

-Majalah Izzuddin edisi 74-

2 komentar:

  1. mengganti kata "seandainya" dengan "ya.. ini memang takdir terbaik dari Allah.." akan terasa indah dirasa dan didengar :)

    BalasHapus
  2. setuju ukh...

    BalasHapus

Tinggalkan komentar di sini. Terimakasih telah berkunjung ke blog ana.